Jasa Ruqyah untuk Balaraja, citra raya, bitung, tiga raksa, cimone, cikokol, legok, curug, kelapa dua, karawaci, cikokol, alam sutera, serpong, BSD, 081311327533
MEMBEDAKAN RUQYAH SYAR'I DAN RUQYAH SYIRIK / DUKUN BERBAJU USTADZ, HABIB, KYAI
PENGERTIAN RUQYAH SYIRKIYYAH
Ruqyah Syirkiyyah ialah bacaan mantra-mantra, pengagungan dan penyebutan
setan, orang-orang shalih, penghormatan pada bintang-bintang, malaikat
atau pun prilaku-prilaku pada saat ruqyah yang mengandung dosa syirik,
bid’ah, atau khurafat. Ruqyah semacam ini dilarang dalam syari’ah.
Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya
mantra-mantra, jimat, dan guna-guna adalah syirik.” (HR.Abu Dawud dan
Ahmad).Ibu at-Tiin berkata,”Itulah ruqyah yang dilarang yang
dipergunakan ma’zim dan lainnya, yaitu orang yang mengakui adanya
penundukan jin untuknya. Selain itu ia juga mampu mendatangkan hal-hal
yang syubhat yang merupakan kombinasi hak dan bathil, kemudian
digabungkan dengan dzikir pada Allah dengan sesuatu yang meragukan
(berupa latihan tenaga dalam atau bertapa diiringi dzikir pada Allah,
puasa dan wirid ribuan kali untuk mendapatkan kemampuan ghoib dan lain
sebagainya).”
PENYIMPANGAN DALAM PRAKTEK RUQYAH SYIRIK DEWASA INIAdapun bentuk-bentuk
penyimpangan dalam praktek ruqyah dewasa ini yang harus kita waspadai
agar tidak tertipu dan malah ikut-ikutan tersesat adalah sebagai
berikut:
1. Peruqyah memegang tubuh seorang yang bukan muhrimnya secara langsung
hingga saling bersentuhan kulit tanpa ada perantara sedikitpun (tanpa
memakai media kayu, atau sarung tangan yang tebal pada saat darurat yang
menyebabkan peruqyah terpaksa menyentuh atau tersentuh tubuh pasien
yang bukan muhrimnya secara langsung)
2. Peruqyah hanya mata pasien, tanpa membaca bacaan ruqyah.
3. Peruqyah hanya memijit-mijit badan pasien tanpa mengucapkan bacaan ruqyah.
4. Peruqyah hanya mencaci jin, dan enggan untuk membaca do’a- do’a Isti’adzah.
5. Peruqyah membaca bacaan ruqyah, tapi dicampur dengan bacaan yang tidak jelas maknanya.
6. Peruqyah melafazhkan bacaan ruqyah tapi dicampur dengan mantra syirik.
7. Peruqyah membaca bacaan ruqyah, tapi juga menggunakan jimat sebagai alat pengobatan.
8. Peruqyah membaca bacaan ruqyah tapi dibolak-balik kalimatnya atau hanya komat-kamit.
9. Peruqyah membaca bacaan ruqyah tapi juga menggunakan media lain untuk
memindahkan penyakit atau meminta syarat tertentu yang tidak sesuai
syari’at.
10. Peruqyah membaca bacaan ruqyah, tapi juga melakukan penerawangan dan
menebak-nebak perkara yang sifatnya ghaib atau langsung memvonis ada
atau tidak adanya jin pada pasien.
11. Peruqyah membaca ruqyah tapi mengaku bisa mengobati pasien dari jarak jauh.
12. Peruqyah membaca bacaan ruqyah tapi mengaku bisa melihat jin dan menangkapnya.
13. Peruqyah membaca bacaan ruqyah seraya melakukan jurus-jurus pernapasan tenaga dalam tertentu.
14. Peruqyah membaca bacaan ruqyah tapi menggunakan mediator orang lain agar kesurupan kemudian melakukan proses pengobatan.
CIRI-CIRI PERDUKUNAN DALAM RUQYAH SYIRIKPerdukunan telah merasuk dalam
masyarakat Islam, sehingga batas antara kebenaran dan kebathilan menjadi
samar. Karena banyak ilmu-ilmu perdukunan (kahanah) dikemas dengan
kemasan agamis dan modernis, sehingga masyarakat Islam banyak yang
tertipu oleh para dukun dan paranormal.Sebagai contoh, banyak pasien
yang menyampaikan keluhan-keluhan mereka pada tim ruqyah, setelah sekian
lama menderita sakit terkena sihir dan telah berobat ke banyak orang,
ada yang disebut sebagai orang pintar, paranormal, orang tua, kyai,
grand master energi, ahli spiritualis. Baik yang menggunakan cara
tradisonal seperti bunga kembang setaman, menyan, atau pun yang
menggunakan sarana modern seperti transfer energi, kartu yang diisi
energi ghoib, bahkan cara-cara yang terkesan agamis seperti membaca
lafaz-lafaz berbahasa arab sesungguhnya bukanlah ikhtiyar yang
dianjurkan syari’at. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda: “Barangsiapa mendatangi tukang ramal atau dukun, kemudian
menayakan kepadanya tentang sesuatu, maka tidak akan diterima shalatnya
selama 40 hari.”Ada sebuah fenomena dimana pada era kemajuan tekhnologi
saat ini para dukun merubah jubah tradisionalnya menjadi jubah modern.
Mereka kini menggunakan istilah-istilah modern dalam prilaku sesatnya.
Seperti pada saat mereka meramalkan sesuatu yang akan terjadi pada masa
lalu atau masa depan dengan mengistilahkannya sebagai ilmu clairvoyance.
Padahal sesungguhnya tetaplah ia masuk dalam hadits Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai tukang ramal atau dukun walau ia
menggunakan istilah-istilah modern sekali pun. Dan orang yang percaya
apa yang dikatakan dukun “modern”ini (walau ia mengatakan dari hasil
meditasi pembukaan chakra ajna, dari ilmu metafisik dan cara-cara bid’ah
lainnya) tetaplah ia ingkar terhadap apa yang diturankan kepada
Rasulullah, sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallambersabda:”Barangsiapa mendatangi tukang ramal atau dukun, kemudian
membenarkan apa yang dikatakannya, maka sungguh telah ingkar terhadap
apa yang diturunkan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.”. Dan
jika mereka dengan angkuhnya mengatakan kami bisa mengatahu hal-hal
yang ghoib karena dari hasil latihan tenaga dalam atau berlatih ilmu
metafisik, tetaplah mereka tertipu oleh syaithan dan seolah-olah mereka
lebih baik dari Rasulullah. Sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam sendiri tidak tahu hal-hal yang ghoib melainkan apa yang telah
diwahyukan pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah
berfirman tentang hal ini di dalam surat Al-A’raf ayat 188:قُل لاَّ
أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلاَ ضَرًّا إِلاَّ مَا شَآءَ اللهُ وَلَوْ
كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ َلاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ
السُّوءُ إِنْ أَنَا إِلاَّ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ
يُؤْمِنُونَ“Katakanlah:’Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi
diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki
Allah. Dan sekiranya aku mengetahui hal-hal yang ghoib, tentulah aku
membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak lain hanyalah pemberi
peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang
beriman.’”Harus kita ketahui bersama bahwa hakikat keghoiban hanya milik
Allah semata dan hanya diberitakan sesuatau yang ghoib itu kepada Rasul
yang diridoi-Nya.Di dalam surat Allah menyatakan dalam
firmannya:عَالِمُ الْغَيْبِ فَلا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ
أَحَدًا(26)إِلاَّ مَنِ ارْتَضَى مِنْ رَسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِنْ
بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا(27)”(Dia adalah Tuhan) Yang
Mengetahui yang ghoib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun
tentang yang ghoib itu itu kecuali kepada Rasul yang diridoi-Nya, maka
sesungguhnya Dia mengadakan penjagaan (malaikat) di hadapan dan
dibelakangnya.”(Al-jin ayat 26-27)
Adapun ciri-ciri perdukunan (Kahanah) dan peramalan (‘Iraafah) yang
banyak dilakukan oleh orang-orang yang melakukan terapi ruqyah syirik
dan mengaku punya ilmu ghoib atau ilmu metafisika adalah sebagai
berikut:
1. Mensakralkan mantra-mantra selain kalimat-kalimat Allah dengan bahasa
Arab atau yang lainnya dengan syarat-syarat tertentu sebagai taqarrub
kepada thaghut yang disembah dan dimintai pertolongan. Misalnya :
sesaji, penyembelihan binatang, puasa mutih, puasa ngebleng, puasa pati
geni dan sebagainya.
2. Menghinakan Al Qur’an atau kalimah thayyibah dengan membacanya dari
belakang, menguranginya, menambahnya, mengubahnya atau membacanya di
tempat najis dengan telanjang.
3. Ada lafal-lafal yang tidak jelas maknanya, atau tidak hubungannya satu sama lainnya.
4. Ada nama-nama thaghut yang diagungkan, atau nama-nama syaithan yang
dijadikan wasilah kepada Allah.5. Dengan membayangkan simbol-simbol
tertentu atau dibarengi dengan gerakan tertentu.
6. Dengan membayangkan seolah-olah melakukan sesuatu sesuai dengan
keinginannya. Misalnya : membaca satu ayat dari surat Yusuf dengan
hitungan tertentu untuk melakukan sihir mahabbah kepada seorang gadis
cantik, agar bisa jadi pacarnya. Maka ia saat membaca Lii saajidiin, ia
membayangkan gadis itu tunduk kepadanya.
7. Ada permohonan kepada selain Allah untuk menyelesaikan hajatnya, atau
untuk membentengi dirinya, atau untuk menolak serangan sihir.
8. Mengirimkan Al Fatihah kepada orang mati dengan keyakinan arwahnya
akan datang kepadanya, kemudian arwah itu dimintai tolong untuk membantu
urusannya.
9. Ada juga dengan cara menulis mantra-mantra di kertas kemudian itu
dibakar, abunya dimasukkan ke dalam segelas air untuk diminum.
10. Ada juga dengan menulis mantra-mantra syirik kemudian dijadikan
azimat yang diyakini untuk penangkal bala’ atau untuk mendatangkan
manfaat.
11. Bertanya namanya, nama ayahnya dan nama ibunya untuk dimanterai.
12. Meminta salah satu benda penderita (foto, kain, saputangan, peci, baju, dan sebagainya) sebagai syarat ritual atau deteksi.
13. Terkadang minta binatang dengan sifat tertentu (ayam cemani, burung
pelatuk bawang dan lain sebagainya), atau media lain seperti bunga
kantil, minyak ponibalsawa atau zakfaron, daun sirih ketemu ruas, buah
apel jin, tanah dari rumah penderita, tanah kuburan, air sumur kramat,
slametan dan sebagainya.
14. Menulis jimat-jimat tertentu (rajah), menggambar segi empat yang didalamnya ditulisi huruf dan angka, dan sebagainya.
15. Membaca mantera-mantera yang tidak difahami, potongan ayat Al-Qur'an yang dipisah-pisah dan sebagainya.
16. Kadang-kadang menyuruh penderita menyepi tidak terkena sinar matahari.
17. Kadang-kadang tidak boleh menyentuh air pada masa-masa tertentu, atau mandi tengah malam.
18. Memberi benda-benda yang harus ditanam di tanah, ditempel di atas
pintu, sikep, susuk, keris, akik, cincin besi,'air sakti', telur, 'sabuk
perlindungan', benang untuk ditalikan di tubuh dan sebagainya atau
memberikan batu kristal yang dikatakan sebagai media penarikan dan
penyaluran energi.
19. Menyuruh penderita beribadah dan berwirid bid'ah (contoh: puasa
mutih, bertapa atau meditasi, konsentrasi pada foto seseorang,
istighosah , tahlilan, wirid sampai ribuan kali, ziarah kubur wali
dengan meminta syafaat didalamnya dan lain sebagainya).
20. Terkadang sudah tahu duluan masalahnya, nama dan tempat asalnya. Dia juga bisa melihat ada jin di dalam diri seseorang.
21. Terkadang punya kamar khusus di rumahnya yang tidak boleh dimasuki orang lain.
22. Ada pantangan terhadap dirinya dan penderita terhadap hari atau tanggal tertentu (tahayyur).
23. Menulis ayat Al-Qur'an dengan sungsang, dari kiri atau dengan darah (haid) atau sesuatu yang najis.
24. Kebanyakan suram wajahnya, kebanyakan merokok, membakar kemenyan, sulit untuk tawadhu.
25. Suka mendeteksi penyakit dengan mengistilahkan dengan kepekaan
tangan, memakai pendulum, transfer energi dan lain sebagainya.
26. Menggunakan ritual sihirnya dengan istilah “pembukaan”, shaktivat,
inisiasi, attunement, pengisian, pembersihan dan pembukaan aura,
pembuangan energi negatif, pembersihan karma negatif dan lain
sebagainya.
27. Melakukan ritual atau prilaku aneh dalam pelaksanaan hajadnya
seperti menggerakkan tangan seolah-olah menulis, menangkap atau menolak
sesuatu, menyedot atau mengeluarkan napas dengan keras dengan
mengejangkan salah satu anggota tubuhnya (biasa dilakukan oleh mereka
yang belajar senam pernapasan tenaga dalam).
28. Memegang bagian-bagian tubuh pasien yang bukan muhrimnya secara langsung (bersentuhan kulit) dalam prosesi pengobatan.
29. Memberikan wejangan-wejangan yang bertentangan dengan ajaran Islam
=======================================================
Dengan banyaknya dukun yang melakukan penyesuaian dengan para peruqyah -
peruqyah syar'i mereka berbuat seakan2 ruqyah mereka syar'i dan di
sisipkan kebatilan yang telah mereka buat sendiri , tidak jarang
peruqyah syirkiyah ini adalah lulusan dari mesir atau dari manapun ,
bahkan mempunyai gelar LC sehingga di sebut dengan ustadz, pintar nya
peruqyah syirkiyah ini mereka mempelajari cara-cara ruqyah syar'i cuma
di saat pelaksanaan di bubuhi dengan hal-hal batil, maka berhati - hati
lah
HATI HATI LAH KARENA PERUQYAH SYIRKIYAH INI SEMUANYA MENGAKU SEBAGAI USTADZ DAN ADA JUGA YANG BISA BERBAHASA ARAB
Berikut Ciri Ruqyah syirkiyah tambahan berdasarkan beberapa sumber :
- Peruqyah syirkiyah mengaku bisa memanggil jiwa dukun
- Peruqyah syirkiyah mengaku bisa membunuh jiwa dukun dan dukun mati juga di dunia nyata
- Peruqyah syirkiyah mengaku bisa mempunyai vision gaib / penglihatan
- Peruqyah syirkiyah mengaku hanya dia saja yang bisa mengobati pasien dan tidak ada yang bisa menyembuhkan kecuali dia
- Peruqyah syirkiyah biasanya akan menakut nakuti pasien agar tidak
datang ke peruqyah Syar'i dengan alasan peruqyah lain itu kejam
- Peruqyah syirkiyah akan mengikuti kata-kata jiwa dukun yang di
panggilnya pada pasien dan menganjurkan pasien mengikuti kata-kata dari
jiwa dukun tersebut ( dalam hal ini jin yang menyamar sebagai jiwa
dukun)
- Peruqyah syirkiyah biasanya sangat bekerja sama dengan jin sehingga
apabila jin meminta sesuatu akan di turuti dan menganggap hal itu adalah
cara untuk penyembuhan pasien
- Peruqyah syirkiyah biasanya bermain cantik dengan tidak menampakan
keganjilan pada awal ruqyah yaitu membaca Alquran dan Hadist , tapi saat
berkomunikasi dengan jin terlihat betapa mereka sangat menghargai jin
bahkan tidak berani membentak jin karena khawatir jin nya akan menyerang
balik, padahal seharusnya peruqyah tidak lah takut dengan ancaman jin
karena hanya kepada Allah kita berlindung
- Peruqyah syirkiyah tidak akan memberikan pengetahuan tentang tauhid
kepada pasien karena peruqyah syirkiyah ini masih berbuat syirik
- Peruqyah syirkiyah tidak akan menyalahkan perbuatan syirik pasien dan
akan mengalihkan pembicaraan klo pasien bertanya apakah ini syirik atau
tidak, dengan jawaban tidak jelas Peruqyah syirkiyah akan berkata kepada
pasien "ada baiknya menghormati nenek moyang dan peninggalan lainnya"
atau " cara yang di pakai orang dulu sudah ketinggalan zaman " atau "
pengusiran jin orang dulu belum di upgrade " atau " pengusiran itu bisa
di pakai cuma kurang kuat " dan kata lainnya yang tidak akan memberikan
pengetahuan ke pasien bahwa hal itu adalah syirik atau tidak syirik
- Peruqyah syirkiyah akan memberikan pengetahuan ke pasien bahwa ruqyah
dia yang benar , dan menyalahkan ruqyah syar'i karena saat di ruqyah
syar'i akan panas, kejang - kejang , muntah2 , dan reaksi lainnya, dan
apabila di ruqyah oleh Peruqyah syirkiyah akan merasa nyaman reaksinya.
- Peruqyah syirkiyah akan senantiasa berbaik - baik dengan jin dan
mengikuti keinginan jin nya sebagaimana hal nya dukun ber baik - baik
dengan dukun dengan alasan jin yang masuk belum tentu jahat.
- Peruqyah syirkiyah biasanya akan senantiasa berbuat sebaik mungkin kepada jin agar jin tidak marah
- Peruqyah syirkiyah biasanya takut dengan ancaman jin
- Peruqyah syirkiyah biasanya akan menyimpan jimat - jimat para pasien
dengan alasan akan menghilangkan kesaktian jimat nya saja tanpa
menghancurkan jimat - jimat tersebut
- Peruqyah syirkiyah biasanya apabila ada buhul akan di simpan dengan
alasan bahwa buhul itu berdampak berbahaya kepada pasien apabila di
rusak
- Peruqyah syirkiyah biasanya menyimpan barang - barang hasil sihir atau
jimat - jimat atau rajah - rajah atau wafak wafak dan lainnya
HP: 081311327533

Tidak ada komentar:
Posting Komentar